Antara Cinta dan Jodoh (Tasbih Cinta) Part 2


Matahari sudah begeser ke arah jam dua, namun sinarnya masih saja menyilaukan mata dan udaranya pun terasa begitu panas. Jika biasanya dijam seperti ini pengunjung masjid tergolong sepi, entah kenapa hari ini terlihat ramai. Yah, mungkin karena efek panas, mereka jadi betah berlama-lama di dalam masjid sambil tiduran dan merasakan kipas angin besar membelai permukaan kulit.

Nisa merapikan jilbabnya, ia memang sengaja lama di dalam masjid sembari tadarus, mengingat jam masuk kuliahnya tiga puluh menit lagi. Mengambil ponsel, ia menghubungi Aisha untuk bertemu di tempat biasa. Setelah dirasa selesai, Nisa segera pergi dan berjalan menuju kampus.

“Permisi ....”

“Afwan ....”

“Assalamualaikum, ukhti.” Nisa berhenti, merasa ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.

“Wa’alaikumsalam,” jawab Nisa. Kini di depannya sudah berdiri seorang laki-laki tinggi berkemeja putih dengan sebuah tasbih biru di tangan kanannya.

“Ini milikmu?” tanya laki-laki itu sopan. Nisa masih diam, entah masih terkejut atau apa.

“Afwan?” lagi-lagi suara itu menginterupsi pikiran Nisa dan berhasil menyadarkan gadis itu.

“Ah, na’am. Afwan, akhi,” jawab Nisa sekedarnya. Laki-laki itu tersenyum tipis, hingga secara reflek Nisa menundukkan pandangannya.

“Ini aku temukan di dalam masjid. Syukurlah jika ternyata ini milikmu,” ujarnya seraya menyerahkan tasbih biru itu.

“Syukron, akhi.”

“Afwan. Baiklah, Assalamualaikum.”

“Wa’alaikumsalam. Laki-laki itu lantas berbalik, mungkin ia akan kembali ke dalam masjid. Nisa masih diam di tempatnya, memandangi punggung laki-laki itu, tanpa sadar tangan gadis itu menyentuh dadanya. Ia tersenyum tipis, laki-laki yang baru saja ia temui, apakah ia jatuh hati? Bahkan namanya pun ia tak tau. Ah, hati memang selalu menipu, tapi tatapannya?

“Astaugfiruallahaladzim.” Nisa segera menyebut, ini tidak benar. Jangan membayangkan lagi, oke? Peringat Nisa dalam benaknya. Meski begitu, kupu-kupu masih berterbangan di dalam hatinya sana.

-Terkadang kita bisa langsung jatuh hati dalam sekali pertemuan. Entah karena rupa atau kesopanan yang tampak oleh mata. Tapi ingatlah, hati manusia itu menipu, jika kau tak bisa mengendalikan, maka celakalah-


Bersambung ...

171217. Remake. CKH.

Comments